Senin, 10 November 2014

HTML



MENU
<html><head><title> Homepage </title></head><base target="target"><body background="na.jpg"><embed src="raisa.mp3" width="0px" height="0spx" loop="true"><b><font color="#000000"><frameset><font face="JunebugStompNF" size="6"><u> PILIHLAH MENU</u></b><pre><font face="Fawn Script" size="4"><font color="#FF1493"><frameset><a href="isi.html">HOME</a><br><frameset><a href="about me.html">ABOUT ME</a><br><frameset><a href="biodata.html">BIODATA</a><br><frameset><a href="pengalaman kuliah.html">PENGALAMAN KULIAH</a><br><frameset><a href="idola.html">IDOLA</a><br></font></pre></font></body></html>





ABOUT ME
<html>
<head>
<title> Homepage </title>
</head>
<base target="target">
<body bgcolor="#FFB6C1">
<h4></h4>
<div align="center"><font size="6" color="#00BFFF"> AUTOBIOGRAFI SAYA </font>
<br><br><img src="sukma.gif" width="200px" height="200px"></div align><br></td></tr>
<br>
<align>
<font size="3" color="#000000">
Nama saya sukmawati, nama panggilan saya sukma tapi teman-teman saya waktu SMA sering memanggil saya umbek. Katanya si nama itu unik jadi nama itu lebih akrab di telinga saya karena mereka sering memanggil saya dengan panggilan tersebut. Ayah saya bernama palewangi dan ibu saya bernama jumuria. Saya anak kedua dari tiga bersaudara. Saya lahir di Pinrang, 28 November 1996, saya tumbuh sampai seperti saat ini di suatu desa kecil tetapnya itu di ujung Sulawesi selatan bagian utara yang berbatasan langsung dengan Sulawesi barat desa itu bernama desa pakeng, kecamatan lembang, kabupaten pinrang, provinsi Sulawesi selatan. Walaupun saat itu di desa saya kebutuhan masyarakat belum sepenuhnya mudah didapat, namun saya sangat menyukai kampung halaman saya dengan hamparan sawah yang luas dan hijaunya pengunungan yang akan mengobati kepenatan beraktivitas setiap hari.
Tahun 2002, saya mulai memasuki bangku sekolah dasar. Saat itu saya bersekolah di SDN 301 buttu bila, selama saya sekolah di bangku sekolah dasar, Alhamdulillah saya selalu masuk peringkat 1 atau 2. Setelah 6 tahun berada di sekolah dasar hingga saya lulus pada tahun ajaran 2008.
Setelah itu saya melanjutkan kejenjang pendidikan yang lebih tinggi di SMPN 1 Lembang, ketika saya masuk di SMP disitulah masa-masa tersulit menurut saya, sebab ketika itu di SMPN 1 Lembang gedungnya sedang di renovasi jadi pihak sekolah menghimbau bahwa siswa baru akan masuk belajar pada sore hari karena gedung yang ada tidak cukup menampung seluruh siswa, jadi mau tidak mau saya harus berangkat ke sekolah jam 07.00 jauh lebih awal dari teman-teman yang lain karena saya harus ikut dengan kakak yang pada saat itu bersekolah di SMAN 1 Lembang dan yang sekaligus berdampingan langsung  dengan SMP saya. Karena saya berangkat begitu cepat jadi saya harus menunggu di rumah nenek. Bukan hanya berangkat ke sekolahnya saja yang susah tetapi ketika pulang sekolah saya juga harus menunggu untuk di jemput dan apabila kakak saya berhalangan dan tidak dapat menjemput saya, saya harus naik angkutan umum seperdua perjalanan dari sekolah ke tempat tinggal saya, jadi selebihnya saya harus jalan kaki supaya saya bisa sampai di rumah. Walaupun begitu beratnya dalam mencari ilmu, namun saat itu pula saya sadar, betapa nikmatnya hidup yang diberikan Tuhan saya, yaitu Allah swt., kepada saya. Sebab saya tahu diluar sana masih banyak anak-anak yang bahkan merasakan bangku sekolah dasarpun tidak, apalagi
melanjutkan kejenjang yang lebih tinggi seperti saya.
Tahun ajaran 2011 saya lulus dari SMP tersebut dan melanjutkan sekolah lagi di SMAN 1 Lembang. Disinilah saya mulai membangun cita-cita, mimpi dan harapan saya kedepan.Ketika saya duduk dibangku kelas X, saya mendapat sebuah pertanyaan yang sebenarnya sering saya dengar dan sering pula saya jawab, namun tak pernah memikirkannya lebih jauh lagi. Pertanyaannya sederhana, tetapi tetap saja membuat saya berpikir 1000 kali lagi untuk menjawabnya, pertanyaan itu adalah: cita-cita kamu mau jadi apa? …
Saya ingat, pertanyaan tadi sebenarnya sudah terlontar sejak saya masih duduk di bangku sekolah dasar dan saat itu pula saya sudah bisa menjawabnya tegas dan yakin. Bedanya dengan sekarang, saya menjawab pertanyaan tersebut dengan sebuah keyakinan atas dasar pemikiran saya sendiri.
Dulu, saya menjawabnya yakin dan pasti. Hari ini saya jawab ingin menjadi dokter, besok saya jawab ingin menjadi akuntan, esoknya lagi saya jawab ingin menjadi arsitektur, begitulah seterusnya.
Setelah itu, sayapun lebih berhati-hati dalam menentukan cita-cita juga mencari jati diri saya. Alhamdulillah, akupun kini menemukannya.
Saya ingin menjadi seorang dokter. Mengapa? Hal tersebut sebenarnya berkaitan dengan keinginan saya jika suatu saat nanti saya bisa mengobati sendiri orang-orang yang saya sayangi dan menjadi seorang dokter menurut saya adalah pekerjaan yang sangat mulia. Dengan keyakinan yang kuat saya yakin saya bisa, walaupun mungkin kemampuan saya hanya pas-pasan. Tapi menurut saya apa salahnya kalau kita sebagai manusia mencita-citakan suatu hal yang diinginkan. Jelang kenaikkan kelas, sebelumnya saya harus menentukkan jurusan mana yang saya pilih. IPA atau IPS? Akhirnya saya memilih IPA.
I am in science.
Awalnya saya merasa enjoy dengan jurusan ini. Setelah beberapa bulan saya jalani, ternyata…..berat. Fisika dengan sederet rumusnya, kimia dengan nama-nama anehnya, biologi dengan hafalannya.. Sepertinya saya salah jurusan, itulah yang saya pikirkan saat itu. Karena kakak saya sewaktu SMA mengambil jurusan IPS. Saat itu saya merasa tidak bisa apa-apa dijurusan IPA.
Jadi? Mengapa saya mengambil langkah nekad untuk tetap bertahan di IPA ini?
Namun saat ini saya tahu jawabannya. Itu karena jalanNya.
Pemikiran saya akan ‘salah jurusan’ langsung sirna. Saya yakin, apabila Allah swt. telah memilihkan jalan untuk saya, maka itulah jalan yang benar, saya juga menjadi yakin, bahwa saya bisa dijurusan IPA, karena saya ingat sebuah petuah. “Tuhan tidak akan memberikan cobaan yang diluar kemampuan hambaNya untuk menyelesaikan cobaan tersebut.” Ya kan?! Selain dari itu sayapun percaya bahwa saya bisa bertahan di jurusan IPA dengan kemampuan saya sendiri. Dan disekolah sayapun mengikuti beberapa ekstrakulikuler, salah satunya pramuka Disini saya dilatih untuk lebih percaya diri, lebih berani dan menjadi orang yang lebih disiplin. Dan disini pulalah saya menemukan motto hidup saya.
“Lebih baik mendatangkan keajaiban, daripada menunggu keajaiban datang.”
Maksudnya saya lebih suka mengejar suatu hal yang dapat mendatangkan keajaiban daripada menunggu suatu hal tersebut, karena hal itu tak akan datang dengan sendirinya apabila kita tidak berusaha untuk mendapatkannya. Dan dengan diimbangi do’a tentunya.
Saat itu saya duduk dibangku kelas XII, yang insyaallah dalam jangka waktu dekat saya akan menghadapi sederet peristiwa mengerikan namun juga tak kalah penting. Yaitu; Ujian Praktik, Ujian Sekolah dan Ujian Nasional. Untuk menghadapi sederet peristiwa tersebut saya harus berlajar mati-matian karena masa depan saya menjadi taruhannya. Setelah mengahadapi ujian praktik dan ujian sekolah, akhirnya tibalah saatnya dimana ujian nasional.Alhamdulillah saya bisa melewatinya dan saya dinyatakan LULUS.
</align>

BIODATA
<html>
<head>
<title> Homepage </title>
</head>
<base target="target">
<body background="aku.jpg">
<center>
<table width="300" border="10">
<table bgcolor="#33ffcc">
<tr>   
<td colspan="3"><div align="center"><font size="7" color="#000000"> BIODATAKU </font></div><br></td></tr>
<tr><font size="3" color="#E9967A">   
<td> <b><font size="4" color="#000000">NAMA LENGKAP </td><td>:</td>
<td> SUKMAWATI</font></b></td>
</tr>
<tr>
<td> <b><font size="4" color="#000000">NICKNAME </td><td>:</td>
<td> SUKMA</font></b></td>
</tr>
<tr>
<td> <b><font size="4" color="#000000">TTL </td><td>:</td>
<td> PINRANG, 28 NOVEMBER 1996</font></b></td>
</tr>
<tr>
<td> <b><font size="4" color="#000000">N I M </td><td>:</td>
<td> H13114316</font></b></td>
</tr>
<tr>
<td> <b><font size="4" color="#000000">SEMESTER</td><td>:</td>
<td> I (SATU)</font></b></td>
<tr>
<td> <b> <font size="4" color="#000000">AGAMA </td><td>:</td>
<td> ISLAM</font></b></td>
</tr>
<tr>
<td> <b> <font size="4" color="#000000">HOBI </td><td>:</td>
<td> DENGAR MUSIK</font></b></td>
</tr>
<tr>
<td> <b> <font size="4" color="#000000">WARNA KESUKAAN </td><td>:</td>
<td> MERAH</font></b></td>
</tr>
</body>
</html>   

PENGALAMAN KULIAH
<html>
<head>
<title> Homepage </title>
</head>
<base target="target">
<body bgcolor="#FFB6C1">
<h4></h4>
<div align="center"><font size="6" color="#00BFFF"> PENGALAMAN KULIAH </font>
<br><br><img src="unhas.jpg" width="200px" height="200px"></div align><br></td></tr>
<br>
<align>
<font size="3" color="#000000">
Setelah kelulusan itu saya mulai memikirkan nasib dan tujuan hidup saya kedepannya. Saya tetap dengan cita-cita awal saya menjadi seorang dokter. Saya pun mulai belajar di sela-sela waktu luang untuk mempersiapkan diri menghadapi teks sbmptn. Namun ketika tiba pengumuman snmptn saya sangat terpukul melihat dan menerima hasilnya, saya dinyatakan tidak lulus satupun diantara tiga pilihan yang saya pilih. Terlebih saat saya mengetahui teman-teman saya dapat lulus di jurusan yang saya inginkan yaitu fakultas kedokteran. Hati ini kecewa dan sakit, tapi saat itu kakak saya memberi semangat kepada saya, ia berkata semua belum berakhir perjuanganmu baru dimulai, mungkin rezeki mu ada di sbmptn.
Saya pun mulai membangun semangat dan motivasi saya dari awal. Saya mulai belajar lebih giat lagi. Setelah belajar beberapa bulan akhirnya tibalah saatnya ujian sbmptn, saya hanya bisa berusaha dan menyerahkan segalanya kepada allah swt. Setelah menunggu selama sebulan akhirnya pengumuman sbmptn sudah dapat di lihat, awalnya saya tidak berani membukanya sebab saya takut kekecewaan yang sebelumnya, terulang kembali dan membuat harapan itu hancur untuk yang kedua kalinya.
Dengan mengumpulkan keberanian dalam menghadapi segala macam kemungkinan yang akan terjadi saya pun memberanikan diri untuk membuka hasil pengumuman sbmptn. Saat saya lihat hasilnya, saya hanya bisa di terima di pilihan ke-3 saya yaitu ilmu komputer di universitas hasanuddin. Saat itu perasaan saya terbagi, saya merasa sedih karena cita-cita saya dari awal tidak dapat terwujud, tetapi di sisi lain saya juga sangat bersyukur karena saya bisa lulus walaupun hanya dipilihan ke-3 dibanding teman-teman saya yang lain yang masih kebingungan mencari universitas lain ada juga yang memutuskan untuk menganggur sampai dapat mengikuti teks sbmptn tahun depan.
Apapun yang terjadi mungkin itu sudah menjadi pilihan Allah yang sangat baik bagi saya. Harapan saya tak akan berkah tanpa restu dari orang-orang yang saya sayangi, yang utama adalah kedua orangtua saya, lalu saudara, guru dan sahabat-sahabat saya. Dan yang utama dari yang utama adalah Allah swt. tanpaNya aku lemah, tanpaNya aku sesat, tanpaNya aku bukan siapa-siapa.
Terima kasih yang tak terhingga untuk Allah swt. dan kedua orang tua saya. Terima kasih yang sebanyak-banyaknya untuk orang-orang yang selalu mendukung saya. Terima kasih.
Sekarang saya sedang menjalani proses perkuliahan seperti  layaknya mahasiswa pada umumnya, yang saya rasakaan saya ini campur aduk. Disatu sisi saya sangat bahagia bisa menjadi mahasiswa sebab untuk menjadi orang yang memiliki pekerjaan yang layak saya harus terlebih dahulu melewati baku perkuihan, tapi disisi lain saya belum terbiasa dengan atmosfer bangku perkulihan. Contohnya tugas, pengumpulan, masuk lab dll. Sering kali saya menjadi orang yang putus asa karena banyaknya  hal baru yaang membuat saya tertekan, tetapi karena suatu  kata bijak yang pernah saya dengar yang mengatakan Allah tidak akan memberikan cobaan diluar kemampuan hamba-Nya. Itulah yang membuat saya kuat saat ini karena saya yakin Allah akan selalu bersama saya dan akan senantiasa membantu disetiap kesulitan saya.
Satu lagi kutipan favorite saya, datangnya dari otak jenius Albert Einstein.
“hal indah yang dapat kita alami adalah misteri. Misteri adalah sumber semua seni sejati dan semua ilmu pengetahuan.”
</font>
</html>

IDOLA










<br>
<br> Mengambil lokasi pada Soehana Hall, Gedung Energy Jakarta Selatan, launching album Heart to Heart berlangsung dengan sangat sukses. Tidak hanya sekedar meluncurkan album terbaru, Raisa juga mengadakan konser showcase Heart to Heart album secara khusus untuk media/wartawan dan yang terpenting untuk 300 yourraisa yang telah terpilih lewat pre-order Box Set Raisa di raisa.flagig.com. Tata ruang pada sekitar area Soehanna Hall pun di hias menjadi ruangan yang menyenangkan dengan tema gembira versi Raisa.
<br>Pada Tahun 2014, Raisa didapuk sebagai juri tamu Indonesian Idol 2014. Awalnya pemilik album Heart To Heart ini hanya menjadi juri tamu audisi Yogyakarta. Tetapi berhubung salah satu juri tidak dapat hadir pada siaran langsung, maka terkadang Raisa menggantikannya.
 </body>
</html>




Tidak ada komentar:

Posting Komentar